Kenali Alergi yang Mungkin Jadi Penyebab Gangguan Kesehatan Anda

Aecara umum, ada 2 jenis alergiĀ  yang dikenal masyarakat, yakni alergi yang berhubungan dengan pernapasan serta kulit. Alergi yang berkaitan dengan bermacam gangguan pernapasan biasanya memicu munculnya asma maupun rhinitis alergi. Sementara reaksi dari alergi pada kulit umumnya berupa biduran (urtikaria) dan eksim.

Tanda-Tanda Alergi pada Tubuh

Alergi pernafasan biasanya akan ditandai dengan bersin yang intens, hidung terasa gatal, berair, tersumbat, sulit bernapas, juga mata yang terasa gatal, kemerahan atau berair. Bahkan pada beberapa kasus, ada pula pasien yang mengalami penyumbatan telinga hingga mengganggu pendengaran. Alergi seperti ini sebaiknya diperhatikan sebab dapat mengganggu aktivitas dan jika terus dibiarkan dapat berkembang hingga menjadi sinusitis.

Sementara urtikaria berupa bentol kemerahan yang terasa gatal yang perlu perhatian khusus sebab biduran ini tidak selalu dipicu oleh alergen. Kondisi alergi yang cukup parah bisa berlangsung seharian dengan pemicu yang jelas, antara lain makanan, obat-obatan atau tersengat serangga. Pada kasus kronis, pemicu alergi ini bisa lantaran udara dingin ataupun panas, es, sinar matahari hingga tekanan di bagian kulit. Selain itu bisa pula dipicu penyakit yang melemahkan sistem imun, infeksi gigi maupun sinusitis.

Pada kategori alergi yang sangat parah, kondisi ini bisa berujung pada kematian. Alergi parah dapat membuat seorang meninggal usai disengat seekor lebah. Bukan racun sengatan yang membunuh, namun tubuh yang memproduksi zat histamin berlebihan ketika merespon sengatan lebah yang membuat seseorang tersebut meninggal.

Salah satu reaksi alergi yang bisa dikatakan paling parah yaitu sindrom Steven Johnson, kondisi dimana seseorang menjadi alergi terhadap obat. Saat terpapar alergen, maka bagian tubuh penderita akan ditumbuhi selaput mukosa (selaput putih mirip di sariawan) di bagian bibir, mata hingga kemaluan. Kulit menjadi terkelupas seperti telah terbakar serta mengeluarkan nanah. Karena fisik penderita menyerupai pasien luka bakar, maka salep untuk luka bakar yang diberikan punsepertinya tidak akan banyak membantu sebab yang terjadi pada kulit merupakan reaksi alergi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *