Bank atau investasi, Kemanakah Sebaiknya Uang Anda Dialokasikan?

Related image

Saat memiliki uang, maka Anda bisa mengalokasikan uang tersebut kedalam berbagai macam bentuk. Mulai dari menaruhnya di bank untuk melakukan berbagai macam transaksi hingga mengalokasikannya kedalam bentuk investasi. Keduanya sama-sama bisa dilakukan dan bisa memberikan keuntungan bagi para pelakunya. Tapi, manakah yang terbaik diantara keduanya? Berikut ini ulasan mengenai pilihan antara bank dan skema investasi untuk mengalokasikan uang Anda.

Tingkat liquiditas

Apabila diperhatikan dari tingkat liquiditasnya, maka mengalokasikan uang di bank jadi pilihan yang tepat. Karena, uang yang Anda masukkan ke bank bisa dicairkan sewaktu-waktu Anda butuhkan menjadi uang tunai. Sehingga, apabila Anda butuh dana segera melakukan investasi dinilai kurang tepat karena uang yang diletakkan di bank lebih liquid.

Meskipun investasi tidak seliquid bank dalam hal pencairan dana. Namun, ada beberapa skema investasi bagus yang cenderung lebih liquid dan bisa digunakan untuk mencairkan dana sewaktu-waktu. Salah satu skema yang bisa dipilih adalah skema peer to peer lending. Skema ini akan memberikan imbal hasil setiap bulannya dari kegiatan investasi yang Anda lakukan. Jadi, pencairan dana bisa dilakukan tiap bulan tanpa perlu menunggu masa investasi selesai di akhir periodenya.

Return yang bisa didapat

Selain liquiditas, hal lainnya yang perlu dipertimbangkan saat Anda ingin mengalokasikan uang ke bank atau platform investasi yakni return yang bisa didapat. Baik instrumen investasi maupun bank sama-sama memberikan return kepada orang yang meletakkan uangnya. Namun, persentase uang yang diberikan oleh platform investasi seperti peer to peer lending cenderung lebih besar dibandingkan tabungan bank. Sehingga, apabila Anda berniat mendapatkan passive income, maka meletakkan uang di platform investasi seperti peer to peer lending merupakan pilihan yang tepat dibandingkan meletakkannya di tabungan bank.

Itulah ulasan seputar bank vs p2p lending yang bisa Anda pilih untuk mengalokasikan uang Anda. Pilihlah diantara keduanya secara bijak dan kebutuhan Anda. Sehingga, uang yang Anda miliki bisa bermanfaat dan tidak membuat Anda jadi konsumtif. Semoga bermanfaat.