Bloggie Notes

Catatan Blogger Milenial

Sikap Pengurus Masjid dan Ponpes Terhadap TIB

Berita harian Bontang kali ini bakal menginformasikan tentang dunia politik, sejumlah masjid dan pondok pesantren di Kota Bontang menyatakan penolakan terhadap penyebaran Tabloid Indonesia Barokah. Pasalnya, tabloid itu diduga memuat pemberitaan tandensius terhadap pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi.

Meski TIB belum beredar di Kota Taman, sejumlah masjid dan ponpes menyatakan sikap penolakan terhadap tabloid yang tidaj mencantumkan dan penanggung jawab itu.

Alasannya, pihak masjid dan ponpes tidak ingin dilibatkan dalam pertarungan politik lima tahunan itu. Penolakan demikian ditegaskan Pimpinan Ponpes Subulana Bontang, Ustadz Ahmad Syahrin Thoriq.

Beliau menyebut, jika benar tabloid itu tidak memuat sumber, pembuat, serta berisi berita yang menyudutkan Capres dan Cawapres tertentu, maka secara tegas pihaknya menolak tabloid yang sudah beredar di Jawa Tengah dan Jawa Barat itu.

Beliau mengatakan bahwa masjid tidak boleh menjadi tempat penyebaran agenda politik praktis. Pihaknya hanya memperkenankan masjid digunakan untuk pendidikan dan penyebaran nilai-nilai politik. Yang pasti aktivits politik praktis yang tidak boleh ada di dalam masjid.

Wakil Ketua Takmir Masjid Darussalam, darwis menegaskan sikap serupa. Dia mengetahui TIB dari sejumlah berita di televisi dan media sosial.

Darwis mengatakan bahwa sampai saat ini kami belum menerima kiriman tabloid itu. Kalaupun ada pasti akan kami cegah.

Ketua Bidang Kepemudaan Yayasan Baiturrahman, Muhammad Taufik mengatakan, pihaknya belum dapat memberikan komentar terkait TIB. Karena belum melihat secara langsung fisik tabloid tersebut.

Namun jika benar berita-berita yang beredar bahwa tablod tersebut menyudutkan Capres dan Cawapres tertentu, pihaknya jelas akan menolak. Yayasan tersebut berupaya agar tidak ada kampanye yang berpihak apada salah satu pasangan calon.

Taufik mengatakan jika jamaah Masji Baiturrahman heterogen. Makanya mereka tak ingin ada upaya untuk saling menyudutkan.

Penyelenggara Syariah Kementerian Agama Kota Bontang, Yarkani mengaku belum mendapatkan laporan dari masjid, pesantren dan masyarakat terkait penyebaran TIB.

Pihaknya belum melakukan upaya pencegahan penyabaran TIB. Karena belum terlihat fisik tabloid yang tengah diselidiki aparat kepolisian tersebut.

Yarkani mengatakan bahwa mereka belum bisa berikan penilaian. Karena imbauan pun belum mereka dapatkan. Baik dari kantor wilayah maupun pusat.

 

Theme by Anders Norén